Kumpulan Cerpen Cinta Romantis Terbaru 2016

Kumpulan Cerpen Cinta Romantis Terbaru - Oke guys setelah semingguan lebih gue ga update nah waktunya nih sekarang gue update untuk kalian semua yang sudah ingin melihat beberapa cerpen cinta romantis yang akan gue update untuk kalian semua nih, mungkin untuk kalian yang sedang ingin membaca beberapa cerpen cinta romantis yang terbaru gue udah kumpulin beberapa cerpennya nih untuk kalian semua, jadi biar ga pensaran langsung saja yaa disimak dibawah ini.

ocidodo

===================================================

CERPEN CINTA DALAM HATI

Namaku vina karina, Karin sebutan temanku biasa memanggilku. Aku, Via, Nuri dan Septin kami sudah berteman sejak duduk di bangku SMP,dan hari ini adalah hari yang amat aku dan tamanku nanti,karena hari ini pertama aku masuk SMA.

Senang rasanya hari ini memasuki masa orientasi untuk hari pertama, seperti biasa di bagi tiap regu kelompok dan aku masuk kalompok suku banyuke ada kakak pendampingnya dia bernama Aldy dia duduk kelas 2 selisih setahun sama aku, kayaknya sih baik si kakak ini tapi agak jutek,tak lupa kamipun satu persatu berkenalan dengan teman kelompok,acara di mulai berbagai permainan kami jalani dan berbagai hukumanpun kami dapatkan.

Tapi ini hari sangat menyenangkan bertambah teman,pengalaman tentunya,hari pertama sukses aku jalani,Aku,Via,nuri,dan Septin bargegas untuk pulang kerumah,sampai di rumah kami harus menyiapkan bekal untuk MOS hari esok,keesokan hari kami berempat bergegas berangkat untuk tidak telat karena akan dapat hukuman kalau telat,kamipun sampai juga di sekolah dan langsung apel seperti biasa selanjutnya kegiatan MOS,,,,,,,dan begitu selanjutnya sampai hari terakhir.

Hari pertama aku masuk untuk mengikuti pelajaran,tapi sebelumnya cari kelas dan tempat duduk,kebetulan aku dan via satu kelas jadi tak perlu cari teman buat duduk bareng,bel berbunyi krriiiiiinnnggggg’’’’’’’’’’’’’; kamipun siap untuk mengikuti pelajaran pertama,tapi sebelumnya guruku meminta untuk perkenalan terlebih dahulu,Bagas begitu aku termenung melihat sosok dia yang kalem santun dan lembut bicaranya,ah bodoh aku kan baru lihat dia mungkin cuma perasaanku saja,pelajaranpun di lanjut guruku menerangkn dengan serius,tapi aku gak bias konsent mataku jlalatan bawaannya selalu tertuju pada Bagas,kenapa sih aku gak biasanya kayak gini aneh,Viapun bertanya,,kenapa kamu Rin???jawabku gak apa-apa kok Vi jawabku datar,,,,kamu perhatikan dong gurunya nerangkan nanti kamu gak ngerti lho!!!!! Iya Vi ne udah ku perhatikan,,,,bel udah berbunyi waktunya kami berempat bergegas untuk ke kantin,lagi dan lagi cowok itu muncul,,sambil mendesah!!!! Siapa Rin Tanya Nuri?????sambil keheranan,,,!!!! Siapa lagi kalau bukan si Bagas,,,owww Bagas to jawab Via mendesir,,,udah yuk kita makan keburu bel nanti,,bel bunyi lagi waktunya masuk kelas masing-masing pelajaran selanjutnya di mulai,lagi dan lagi mata dan fikiranku tertuju pada si Bagas,,akupun berusaha mengalihkan fikiranku ke pelajaran tapi tetap gak bisa,,jantungku berdebar cepat dak fikiranku mulai gak tenang dan hilang semua konsent pelajaranku guruku mengakhiri pelajaran dan waktunya untuk pulang,,sampai di halaman sekolah Bagas menghampiri aku,,dan ngobrol banyak ntah apa yang aku obrolin gak terasa udah dekat dari rumah,gak lama Bagaspun pamit pada kami untuk belok ke gang rumahnya sambil berkata:mampir yuk!!! Jawab kami iya terima kasih lain kali aja,,,kami terus berjalan dan akhirnya sampai rumah juga,,hari yang sangat melelahkan bercampur bahagia itu yang aku rasakan perasaan yang aneh dan selalu bertanya-tanya tentang Bagas,kenapa fikiranku selalu memikirkan Bagas sampai malam larut aku tak nyenyak tidur di fikiranku selalu teringat dia tadi saat bicara di depan kelas,mataku tak kuat lagi wktunya tidur dan besok harus bangun pagi,

Suara alarm membangunkanku udah pasti udah pagi, waktunya bangun dan mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah, teriakan suara temanku udah terdengar aku harus pamit pada kedua orang tuaku untuk berangkat sekolah, kamipun berangkat seperti biasa berempat, kami berjalan dan tak kuduga Bagas terlihat berdiri entah nunggu siapa, tak lama Bagas malambaikan tangan pada kami, Dia berkata” aku udah lama nunggu kalian ayo cepat udah agak siang ini”, iya sabar singkat jawab kami.

Kamipun berangkat bereng bersama dengan Bagas tak terasa sampai juga di sekolah, tak lama bel pun mendering kamipun bersiap menuju kelas untuk mengikuti pelajaran, ada yang aneh dari si Bagas kenapa dia memandangku seperti itu??? dalam hatiku bicara, jam pelajaran udah berakhir, dengan perasaan kaget Bagas menghampiri aku untuk mengajakku ke kantin bersama-sama, kamipun bergegas ke kantin untuk makan dengan penuh canda kami ngobrol, gak seperti biasanya perasaanku bahagia banget ntah apa yang aku rasakan aku juga bingung, wknya istirahat udah berakhir sa’atnya pelajaran selanjutnya, Bagas tak henti-hentinya melihat aku di kelas begitu dia seterusnya sampai jam pelajaran habis, pulang sekolah Bagas pulang bersama kami, keesokan harinya Bagas datang kerumah dan mengajakku jalan-jalan tak bisa aku menolak dalam hatiku dan akhirnya aku ngangguk dan berkata iya, kamipun jalan berdua.

Keesokan harinya ada yang tak lengkap di kelasku si bagas tak datang di kelas,, sepulang sekolah kami mampir kerumah Bagas yang kebetulan satu perum untk memastikan kenapa dia sebenarnya, sampai di rumah Bagas tak terlihat siapapun,kamipun memutuskan untuk pulang.

Sampai di rumah perasaanku mulai cemas, fikiranku yang ada hanya Bagas, dan aku selalu bertanya:???? "kenapa dia??" mulai saat ini aku merasakan perasaan yang amat aneh mungkin ini yang di namakan CINTA tapi aku tak sepenuhnya paham apa itu cinta, yang jelas perasaanku ke bagas beda dengan perasaanku sebelumnya itu yang aku rasakan sekarang.

Sudah 3 hari Bagas tak terlihat, perasaan cemasku gak bisa hilang selalu memikirkan dia dan dia, gak ada kabar yang pasti, aku ingin ngobrol dan bercanda sama Bagas itu yang aku inginkan saaat ini.

Keesokan harinya Bagas datang kesekolah tentunya dengan wajah yang penuh semangat, tak lupa dia selalu menyapaku, ”Pagi Karin”??? “Pagi juga Bagas” jawabku singkat,sambil tersenyum.

Udah cukup lama aku dan Bagas selalu bersama-sama, tak ada yang berubah dari seorang Bagas di tetap yang dulu, seorang yang santun, begitupun perasaanku gak berubah sedikitpun dari yang dulu tetap.

Tiga hari lagi aku genap berusia 18 tahun, aku pengen meranyakan hari bahagiaku bersama orang yang aku sayang selain orang tuaku dan adik-adikku, tapi siapa ???”!!! ntahlah pikiranku terlalu berharap banyak untuk itu sedangkan pacar aja gak punya, tapi aku selalu berfikir Bagas bisa menemaniku saat hari bahagiaku nanti tapi itu gak mungkin.

Keesokan hari kudengar kabar yang membuat hatiku terpukul, bahwa hari ini Bagas masuk rumah sakit lagi karena penyakitnya kambuh lagi, dia sudah lama menderita penyakit dalam, hatiku gundah perasaan cemas selalu datang di setiap aku mengingat dia.

Malam hari dan bertepatan dengan hari ultahku aku merayakan kebahagiaan ini bercampur perasaan gundah,dan malam itu juga aku datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Bagas,sesampai di rumah sakit aku melihat Bagas berbaring dengan mata terpejam,tak lama ada seorang ibu menghapiriku di depan jendela,dan bertanya.”??
Ibu : sedang apa adek di situ?
Jawabku : lihat teman sakit.!!
Ibu : siapa??
Jawabku : Bagas .!!
Ibu : Benarkah?
Jawabku : iya,memang kenapa bu??
Ibu : kamu temannya Bagas anak saya??
Jawabku : iya,teman sekelasnya dia.!!
Ibu : kalau gitu silahkan masuk.!!!
Jawabku : terima kasih ibu.bergegas kedalam`````….

Sang ibu pun ngobrol banyak sama aku dan Tanya-tanya tentang aku,tak lama ia mengeluarkan kertas kecil ntah apa itu,tak ku duga ia mengasihkan kertas kecil itu padaku,beliau bilang ini titipan dari Bagas dan ia tak tau persis apa pesannya.

Tak lama ibu pamit untuk keluar sebentar,akupun nunggu Bagas sendirian dan aku mandekati dia ku genggam tangannya seakan ku tak mau kehilangan dia sambil ku berdoa,tak lama ibu datang,gantian aku pamit keluar sebentar kepada ibu,aku duduk sambil merenung tak lama terdengar jeritan dari kamar Bagas di rawat akupun segera masuk kedalam ibu Bagas menangis histeris dan ternyata Bagas tutup usia, akupun larut dalam kesedihan tak mampu ku bendung air mata ini yang terus menetes,ku hanya bisa terdiam melihat kenyataan ini,akupun membaca surat dari Bagas,perlahan ku mulai membaca yang isinya. “hari ini adalah hari bahagiamu yang genap 18 tahun,happy birthday yach,,,,,,Sehat selalu dan selalu di lindungi tuhan YME, Karin,sudah lama kita bersama-sama tapi aku gak berani ngungkapin perasaan ku ke kamu yang sebenarnya aku sayang sama kamu,meskipun aku gak bisa miliki kamu tapi aku selalu sayang kamu dan selalu ingat kamu di sana” tanpa sadar hatiku menjerit dan aku meneteskan air mata yang ternyata Bagas juga sayang sama aku sebaliknya aku ,tapi semua telah berlalu dan hanya kenangan kita.

Ini adalah hari terindahku juga kado terindahku sekaligus hari dukaku,kamu telah kembali,selamat datang kesendirian,selamat datang kesedihan dan selamat jalan “CINTA DALAM HATIKU”.

TAMAT

===================================================

Cinta Segitiga

PENDAHULUAN

Kisah ini adalah sebuah desa kecil Ramgarh. Orang-orang desa ini sangat sederhana, pekerja keras dan penuh kasih oleh alam. Mereka bangga dengan budaya mereka, warisan dan candi Rakshasha yang terletak di jantung desa. Ada sejarah candi Rakshasha ini. Dikatakan bahwa kedua rakshashas (setan) tidak seperti rakshashas buruk lainnya dan mereka sangat ramah kepada masyarakat umum desa.

Sejarah

Sekali, desa Ramgarh diserang oleh Ghost Raja dan kekuatan jahatnya. Para penduduk desa kehilangan ketenangan pikiran mereka dan sehari-hari masing-masing dari mereka dikorbankan oleh raja Ghost. Kemudian penduduk desa pergi ke Rakshashas ini dan berdoa mereka untuk membantu mereka keluar. Kedua Rakshashas datang sekaligus untuk menyelamatkan mereka dan berhasil untuk berjuang dan mengusir raja Ghost dengan merebut semua kekuatan jahatnya. Sejak saat itu hanya orang-orang dari Ramgarh membangun candi ini untuk menghormati kedua Rakshashas baik. Mereka tidak lebih hidup tapi masih menghormati penduduk desa dan memiliki cukup iman pada kedua Rakshashas. Dikatakan bahwa siapapun yang meminta setiap keinginan di candi ini keinginan mereka diberikan dan terpenuhi.

DI MASA LALU TERBARU

Di desa ini, hiduplah tiga anak yang sangat ramah dengan satu sama lain. Salah satu teman adalah Prem yang milik keluarga kelas menengah dan ayahnya adalah seorang petani. Yang lain adalah seorang gadis bernama Chandni yang milik keluarga kelas menengah dan ayahnya adalah seorang pengusaha. Lalu ada Akash yang milik keluarga kelas menengah atas dan ayahnya adalah kepala pria desa. Ada persahabatan yang sangat terkenal di desa dan orang-orang terbiasa untuk selalu menemukan mereka bersama-sama bermain dan bergosip di dekat candi dan kebun desa.

SETELAH BEBERAPA TAHUN

Waktu berlalu seperti mengedipkan mata dan mereka dibesarkan. Prem memiliki cinta mendalam untuk laten Chandni di hatinya, tetapi tidak bisa mengungkapkan tentang hal itu padanya karena ia adalah orang yang sangat pemalu. Setiap malam ia digunakan untuk pergi ke kuil dan berdoa Rakshasha dekat idola para Rakshashas untuk membuat Chandni istrinya. Dia yakin bahwa keinginannya akan terpenuhi suatu hari nanti. Berbeda dengan Prem, Akash adalah seorang pemuda yang sangat tampan jangkung dengan penuh cinta dan keyakinan dalam hatinya. Ia digunakan untuk hidup dalam hal sendiri. Ketiga teman senang berada bersama-sama dengan apakah mereka masih kuliah, rumah, mangrove desa atau di bait suci.

PREM MEMUTUSKAN USULAN CHANDNI

Suatu hari, Prem memutuskan untuk mengungkapkan cintanya ke Chandni dan ia memintanya untuk menemuinya dekat kuil rakshasha suci. Chandni datang dan dia berkata kepada Prem bahwa dia harus mengatakan sesuatu yang sangat menarik baginya. Prem tersipu dan berpikir bahwa Chandni akan mengungkapkan cintanya kepadanya. Oleh karena itu, ia meminta Chandni untuk berbicara tentang hal pertama. Chandni mengungkapkan cintanya Akash ke Prem dan mengatakan bahwa Akash juga sangat mencintainya. Dia berkata bahwa dia menganggap dirinya sangat beruntung mendapatkan pria seperti Akash dalam hidupnya.

Setelah mendengar Prem ini merasa ingin menangis dari dalam tapi entah bagaimana dikendalikan emosinya. Sekarang Chandni bertanya apa itu yang ia ingin berbicara dengannya. Prem diam selama beberapa waktu dan kemudian berkata bahwa ia akan meminta dia untuk menikah Akash karena ia cocok untuknya. Lalu keduanya mulai tertawa. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa Chandni sedang tertawa terbahak-bahak ketika Prem berusaha keras untuk tertawa. Akhirnya, Chandni memerintahkan Prem selamat tinggal dan pergi perjalanan ke rumah sementara Prem duduk dekat kuil dan mulai menangis diam-diam di dalam hatinya.

SETELAH SATU BULAN

Akash dan Chandni datang untuk mengundang Prem dalam pesta perkawinan mereka dan Prem berbicara kepada mereka dengan cara yang biasa. Pada hari pernikahan, Prem pergi ke pesta pernikahan dan berharap mereka semua yang terbaik untuk kehidupan pernikahan mereka sebagai sahabat sejati. Setelah itu, Prem sibuk dan dikhususkan untuk waktunya untuk bertani karena ayahnya semakin tua. Bahkan kemudian ia gunakan untuk mengunjungi kuil dan melihat berhala Rakshashas seolah-olah ia ingin bertanya mengapa keinginannya tidak dikabulkan. Prem punya hobi menulis buku harian dan ia digunakan untuk menulis setiap peristiwa hidupnya dalam buku harian ini. Dengan demikian dia digunakan untuk mendapatkan banyak kepuasan dalam hati dan pikirannya. Bahkan, buku harian itu seperti seorang sahabat sejati untuk dia sejak Chandni dan Akash pergi ke kota setelah pernikahan mereka.

SETELAH SATU TAHUN

Berita itu datang ke desa itu Akash berakhir saat ia menderita serangan jantung otak. Seluruh desa sangat sedih pada insiden ini. Suatu hari Chandni datang dari kota untuk memenuhi Prem. Tapi Prem tidak ada di rumah dan ibunya menyambut Chandni dan mereka menangis bersama karena kejadian menyedihkan yang terjadi dalam hidupnya. Ibu Prem meminta Chandni untuk duduk di dalam ruangan dan dia pergi ke dapur untuk membawa beberapa makanan ringan dan teh untuknya. Chandni sendirian di sana dia menemukan buku harian di atas meja. Dia mengambil buku harian itu dan ketika dia membuka ibu halaman pertama Prem datang dengan makanan ringan dan teh. Dia terus buku harian kembali di meja dan mulai mengobrol dengan dia. Kemudian, ibu Prem meminta Chandni untuk menunggu Prem sehingga ia bisa melihat dia pergi ke kereta. Dia meminta Chandni untuk beristirahat selama beberapa waktu dan pergi ke ruangan lain. Chandni sambil duduk di meja berpikir tentang hidupnya dan tiba-tiba tangannya terasa buku harian yang di meja. Dia sekali lagi mengambil buku harian itu dan membukanya untuk menemukan bahwa sekali Prem jatuh cinta yang mendalam padanya. Chandni tidak percaya mata karena dia tidak pernah berpikir bahwa seorang pria berbakat dan lembut seperti Prem pernah bisa mencintainya.

KEMUDIAN DI MALAM

Pada malam hari, Prem datang melihat Chandni sari putihnya yang ia tidak tahan sama sekali. Tapi karena dia sudah terlambat untuk kereta ia harus membawanya ke stasiun. Mereka mulai berjalan menuju stasiun dan Chandni mengaku sangat memikirkan sesuatu. Dia berpikir bahwa itu adalah terakhir kali dia sedang berjalan dengan Prem. Apakah dia pernah cukup beruntung untuk melihat temannya yang sangat mencintainya dari masa kecilnya? Akankah Dia pernah bisa kembali ke desa ini lagi? Akan Prem selalu tetap seperti ini selamanya? Dia membuat keputusan tegas dalam hatinya dan mendapat ditentukan dengan itu.

HAPPINESS SEKALI LAGI DATANG KE DESA

Akhirnya, ia meminta Prem untuk membawanya ke kuil Rakshasha. Prem tidak bisa mempercayai telinganya dan ia sangat senang mendengar bahwa Chandni masih peduli tentang persahabatan mereka. Mereka pergi ke kuil Rakshasha dan kemudian dia bertanya Prem apakah dia masih mencintainya. Prem lagi diam dan bergerak maju dan mengambil karangan bunga dan meletakkan di leher Chandni itu. Semua penduduk desa berkumpul di sekitar dan mereka bertepuk tangan untuk menemukan senyum yang hilang kembali sekali lagi di wajah mereka. Setelah itu mereka membawa berkat dari Rakshasha dan bersumpah untuk memulai hidup baru. Chandni tinggal kembali di desa dengan Prem dan sekali lagi suasana kebahagiaan dikelilingi viallge tersebut. Mereka hidup bahagia selamanya. Sekarang, Prem adalah kakek dan Chandni adalah nenek dan mereka masih saling mencintai dari inti hati mereka.

THE END

===================================================

Tak Bisakah Dia Romantis

Gerimis malam itu masih saja belum reda. Yunita tetap saja menanti berhentinya kereta api di stasiun Gambir, menunggu kepulangan Ulul yang selalu dia nantikan suara lembutnya. Dia sangat rindu pada temannya dan rindu itu dirasa amat menyekam setelah hampir satu tahun ini mereka terpisah pada jarak. Ulul berkuliah di yogyakarta sedangkan Yunita sendiri meneruskan kuliahnya di Jakarta.
Kereta api sudah berhenti dan penumpang berhuyung-huyung turun. Matanya sibuk mencari Ulul diantara kerumunan orang berlalu-lalang. Namun sayang tak dia dapati Ulul di sana. Janjinya untuk datang menemui Yunita dirasa hanya janji belaka. Kesetiaannya menunggunya di stasiun selama dua jam berlalu begitu saja. Amat dingin diarasa udara malam itu, tapi hati dialah yang lebih merasakan dingin. Mimpinya yang saat itu akan dia rasakan pelukan hangat Ulul serasa melayang jauh bersama sepinya stasiun.
Yunita masih saja berdiri termangu. Matanya sudah basah akan air mata, menahan gejola hati yang kian membara.
“Hai…lama ya nunggu aku” ucap seseorang lembut.
Yunita berbalik arah. Matanya melotot terkejut melihat Ulul telah berdiri di depannya seraya menunjukkan senyum manisnya. Yunita hanya tersenyum haru dan semenit kemudian dia segera merangkul Ulul, melepaskan kerindukannya pada Ulul selama ini.
“Kamu membuatku hampir menangis Lul” ucap Yunita di sela isakan tangisnya.
“Bukan hampir tapi emang sudah kan?” canda Ulul. Yunita memukul kecil dada Ulul. Merasa haru sekaligus bahagia. Abim hanya tertawa kecil dan mendekapku erat.
“kita pulang yuk..” ajak Ulul.
Yunita termangu sesaat. Kecupan lembut yang begitu dia rindukan tak dia dapati saat itu. Sikap Ulul yang selau kaku tetap dia dapati meski telah satu tahun mereka terpisah pada jarak. Ulul bukanlah tipe cowok romantis. Ulul adalah cowok tegas dan bijaksana yang tak pernah memberinya belaian lembut kecuali dengan canda dan leluconnya. Namun begitu Yunita selalu sayang dan cinta dia. Dia sendiri yakin bahwa Ulul juga mencintainya. Buktinya selama lebih tiga tahun mereka pacaran tak sekalipun Ulul menyakiti Yunita. Ulul selau membuatnya tertawa diantara nada-nada humornya. Selama mereka pacaran cuma sekali Ulul mencium Yunita ketika ia ulang tahun dan itupun juga di kening.
“Heh..kok ngelamun sih, pulang yuk.” Kata Ulul mengagetkan Yunita. Yunita mengangguk pelan dan membiarkan Ulul menggandeng tangan Yunita. Ada yang janggal saat itu dirasakannya. Ya.. Ulul mau menggandengnya.

Satu jam telah berlalu sia-sia. Ulul tak kunjung datang malam itu sesuai janjinya untuk menemui Yunita di taman. Yunita hanya sabar menunggu meski setiap menit malam itu dia rasakan penuh dengan rasa iri ketika melihat pasangan yang lain tengah memadu kasih. Romantis sekali. Dia jadi teringat akan kata-kata Ikfi tadi siang yang membuat perasaannya bimbang.
“menurut ku pacaran tanpa belaian dan ciuman itu ibarat makan tanpa lauk, kurang lengkap.” Ceplos Ikfi mengomentari Yunita ketika ia menceritakan tentang sikap Ulul selama mereka pacaran. Mendengar komentar Ikfi, Yunita hanya tertunduk.
“Coba kamu pikir selama kamu pacaran apa yang sudah Ulul kasih ke kamu. Cuma kasih sayang? Itu kurang non, apa kamu cukup puas dengan ngerasain kasih sayang itu dan apa kamu sudah pernah dapat wujud dari kasih sayang itu?”
“maksud mu?”tanyaku tak mengerti.
“misalnya kalau dia apel dia ngasih setangkai mawar buat kamu atau setidaknya dia mencium kening mu sebagai ungkapan dia sayang dan cinta sama kamu”
“Ulul memang tidak pernah melakukannya Fi…” kata Yunita datar.
“Lha terus kenapa kamu betah. Cowok nggak romantis gitu kenapa masih kamu pertahankan. Bisa makan ati tahu nggak! Boro-boro kamu dibelai, dipegang saja tidak. Menurut ku cowok seperti itu tidak bisa menghargai arti cinta. kamu benda hidup Yun, yang kadang juga ingin disentuh, tapi sayangnya kamu bego jika harus rela menyerahkan hati mu pada dia.” ucap Ikfi panjang lebar yang selalu mengiang-ngiang di telingaku.

“Apa benar kata Ikfi? Entahlah aku sendiri tak mengerti. Kadang aku sendiri sempat berfikir apa benar Ulul mencintaiku, karena selama ini Ulul tak sekalipun membelaiku ketika dia apel. Hatiku benar-benar sakit mengingat itu semua. Ulul bukanlah tipe cowok romantis yang selau kuimpikan, Ulul yang selau bersikap biasa bila bersamaku dan anehnya semua itu kujalani begitu saja selama tiga tahun lebih, bukan waktu yang singkat memang, karena itu aku selalu berusaha menepis jauh-jauh kegundahanku soal cowok romantis.”
Tapi tidak dengan malam itu. Ketidaksabaran Yunita menunggu Ulul yang molor datang membuat dia semakin yakin kalau Ulul tidak menyayanginya ataupun mencintainya. Hubungan itu hanya sebagai hubungan berstatus pacaran tapi tanpa cinta. Meskipun tiga tahun yang lalu Ulul resmi mengikrarkan cintanya pada Yunita.
“Kamu lama ya menugguku? Maaf mobilku mogok tadi” kata Ulul menghentikan niat Yunita yang ingin meniggalkan taman saat itu juga.
“Tidak ada alasan lain?” Tanya Yunita sinis. Ulul menatap dia dengan janggal.
“Kamu marah Ta?”, tanya Ulul datar.
Yunita hanya acuh tak acuh. Yunita ingin tahu bagaimana reaksi Ulul jika melihat dia marah. Yunita ingin Ulul mengerti apa yang dia iginkan, menjadi cowok romantis itulah mimpinya. Tidak seperti saat itu. Yunita dan Ulul duduk dalam jarak setengah meter. Tidak dekat dan mesra-mesraan seperti pasangan lain malam itu.
“Ta maafin aku, tapi mobilku emang tadi mogok.”
“Kamu kan bisa telepon atau sms aku Lul, bukan dengan cara membiarkanku menuggumu kayak gini.”
“Aku lupa bawa Hp Ta.”, ucapnya pelan. Aku tetap tak mengindahkannya.
“Kamu tahu tidak Lul, malam ini aku semakin yakin kalau kamu memang tidak pernah serius mencintaiku” papar Yunita tersendat.
“Ta kenapa kamu bicara seperti itu. Apa kamu kira selama tiga tahun lebih kita pacaran aku hanya iseng saja. Aku pikir kamu bisa paham tentang aku, tapi nyatanya…”
“Ya aku memang tidak paham tentang kamu. Kamu yang kaku dan beku bila di sampingku yang tidak pernah membelaiku dan mengucapkan kalimat-kalimat indah di telingaku. Kamu yang cuma sekali mencium dan berkata aku cinta kamu. Kamu yang tidak memberiku perhatian-perhatian romantis selama ini. Kamu..kamu Lul membuatku muak dengan semua ini”, kata Yunita dengan nada tersendat.
Mata Yunita telah tergenang air hangat dan dia sunguh tidak sanggup lagi membendungnya.
“Jadi kamu pikir cinta cuma bisa diungkapkan dengan keromantisan Ta, kamu kira apa hubunga kita terjalin tanpa rasa apa-apa dariku?”, tanya Ulul.
Yunita masih terdiam bisu dalam tangisnya.
“Ta..selama ini aku mengira kamu sudah mengerti banyak tentang aku, tapi ternyata aku salah. Kamu bukan Yunitaku yang dulu..”
“Kamu memang salah menilai aku dan akupun juga salah menilai kamu. Menilai tentang hatimu dan tentang cintamu selama ini”
“Perlu kamu tahu Ta aku sangat mencintaimu dan sayangnya rasa cintaku ini harus kamu tuntut dengan keromantisan”
“Aku tidak bermaksud menuntut Lul, aku cuma ingin hubungan kita indah seperti orang lain”
“Wujud dari keindahan itu bukan terletak pada keromantisan Ta tapi terletak pada cinta itu sendiri. Aku tidak pernah membelai dan menciummu karena aku menghormati cinta kita. Aku tidak ingin hubungan kita menjadi ternoda dengan hal-hal yang dimulai dari belaian ataupun ciuman. Aku sayang kamu dan dengan itulah aku bisa buktikan seberapa dalam aku mencintaimu”
Dada Yunita berdesir seketika. Segera dia tatap mata teduh Ulul. Disana ia dapati keteduhan cinta dan kasihnya.
“Ta…jika kamu anggap cinta cuma bisa dinyatakan dengan sentuhan-sentuhan keromantisan itu salah. Cinta bukan cuma itu saja. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjaga hubungan suci itu tetap suci sampai kita benar-benar terikat pada hubungan yang halal. Selama ini aku kira kamu bisa mengrti itu semua. Tapi aku salah dan untuk itu aku minta maaf jika aku tidak bisa menjadi seperti apa yang kamu mau”
“Lul aku cuma..”, ucap Yunita tak terteruskan.
Ada rasa sesak yang keluar begitu saja di hatinya. Yunita telah melukai Ulul dan itu bisa ia lihat dari kalimat datarnya.
“Kamu tidak salah Ta dalam hal ini. Dan sepautnya aku melepaskanmu malam ini, membiarkanmu mencari cowok romantis seperti harapanmu. Jangan kamu kira aku tidak pernah mencintaimu, karena itu membuatku terluka. Jujur selama hidaupku aku tidak pernah memikirkan gadis lain selain dirimu”
Bersaman kalimat itu Ulul berlalu meninggalkannya. Entah…kenapa bibir Yunita tak mampu mencegah langkah Ulul. Semua ia rasa bagai mimpi. Hanya dengan satu kesalahan ia buat semua berakhir dalam sekejap. Air matanyapun sudah mengalir deras. Seharusnya ia bangga memiliki Ulul yang tidak pernah neko-neko. Seharusnya aku tidak mendengarkan pendapat-pendapat Ikfi tentang cowok romantis. Seharusnya aku tidak membuat Ulul terluka saat itu.

Kereta api di stasiun Balapan sudah berangkat dua menit setelah ia tiba di sana. Yunita berlari kesana-kemari memanggil-manggil nama Ulul dari jendela satu ke jendela lain. Namun usahanya itu tanpa hasil. Kereta api dengan perlahan telah membawa Ululnya dan juga cintanya pergi jauh. Yunita berdiri terpaku melihat kereta api yang kian menjauh. Sesalnya menumpuk. Yunita datang terlambat hingga tidak sempat mengatakan maafnya pada Ulul.
Kini Yunita mulai sadar bahwa tidak ada yang lebih bisa membahagiakannya kecuali dengan kehadiran Ulul. Bagaimanapun dia, romantis ataupun tidak dialah orang yang benar-benar ia cintai. Kenangan-kengan indah bersamanya walau tanpa kemesraan saat itu membelainya dengan rasa yang teramat. Asanya telah pergi dan itu cuma bisa ia lakukan dengan menangis terpaku di tempatnya berdiri. Hidupnya tiada arti tanpa Ulul, dengan mencintainya apa adanya itu sudah lebih dari cukup. Tidak ada lagi tuntutan untuk dia berubah menjadi Ulul yang romantis. Rasa sesal telah membuatnya menyimpan permintaan maaf untuk Ulul.
Sampai dadanya tersentak merasakan tangan seseorang meraih bahunya Yunita. Ia menatap tajam wajah itu. Mata teduh yang selalu membuatnya merasa damai jika didekat Ulul. Kelebutan jiwanya senantiasa menyuguhkan warna indah dalam memori dan sungguh tidak ada yang lebih romantis selain Ulul…

===================================================

Segitu aja yaa Kumpulan Cerpen Cinta Romantis Terbaru yang udah gue update untuk kalian semua yang sedang ingin membaca cerpen cinta yang romantis terbaru, semoga bisa bermanfaat dan bisa membantu kalian semua yaa. Terimakasih.